Article

MASALAH GANGGUAN PSIKOLOGIS PASCA SERANGAN STROKE

Walaupun efek pasca stroke seringkali tidak dapat diprediksi, gangguan mood seperti kecemasan, depresi maupun gangguan psikologis pasca stroke seringkali muncul.

Para peneliti telah lama menginvestigasi korelasi antara serangan stroke di areal teretentu dari otak dengan angka kejadian depresi atau ansietas pasca stroke menurut  neuropsychologist Dawn Giuffre, Ph.D., dari Medstar National Rehabilitation Hospital.

Depresi muncul pada sekitar sepertiga atau dua pertiga dari kejadian stroke, yang ditandai oleh rasa sedih berlebihan, hilangnya minat melakukan sesuatu yang dulu sangat kita senangi, dan dapat pula terjadi perubahan pola makan dan pola tidur. Para peneliti menemukan pasien dengan ansietas/kecemasan selalu khawatir akan segala sesuatu dalam pikirannya yang terus menerus dipikirkan, tanpa menyimpulkan maupun mencari solusi dari segala kekhawatirannya, hal ini terjadi pada sekitar 20% pasien pasca stroke.

Ada juga orang yang menderita PBA (pseudo bulbar Affect) pasca serangan stroke. PBA merupakan gangguan neurologi yang memberi gejala ketidakstabilan emosi, menangis saat orang bercanda, atau tertawa saat menghadapi pemakaman,atau dapat menangis dan tertawa dalam episode berurutan yang cepat.

Semua perubahan ini tidak hanya membuat banyak tantangan bukan hanya bagi penderita, namun juga bagi keluarga yang merawat. Untuk itu diperlukan kesadaran keluarga akan kemungkinan terjadinya dampak ini sehingga keluarga dapat memppersiapkan diri untuk menerima keadaan seperti ini.

 

Penangangan Gangguan Psikologis Pasca Stroke

Penanganan gangguan psikologis pasca stroke jelas diperlukan untuk perbaikan mental pasien sehingga dampat meningkatkan/mempercepat proses pemulihan. Karena tanpa kesehatan mental yang baik, maka penderita stroke akan semakin sulit mencapai peningkatan proses penyembuhan yang dikehendaki. Konseling pasca stroke dapat dipertimbangkan melihat “keterbatasan” yang dialami penderita stroke yang mendadak akan menyebabkan goncangan mental yang cukup signifikan bagi penderita. Dukungan keluarga juga akan meningkatkan angka keberhasilan proses pemulihan pasca stroke.

 

Peran Akupuntur Dalam Gangguan Psikologis Pasca Stroke

Penelitian sudah banyak membuktikan bahwa akupuntur mampu meningkatkan hormon endorphine pada manusia, dimana hormon tersebut seringkali disebut hormon “bahagia” dikarenakan hormon tersebut memberi efek bahagia, rileks dan tenang. Dengan melakukan beberapa sesi terapi terbukti akupuntur mampu menurunkan tingkat stress pada penderita depresi maupun ansietas, sehingga meningkatkan peluang penderita stroke untuk lepas dari fase depresi pasca stroke.

 

Scalp Akupuntur Dalam Meningkatkan Fungsi Motorik/Gerak pada Kelumpuhan Pasca Stroke

Dalam beberapa penelitian yang berskala cukup besar di Cina ditemukan bahwa scalp akupuntur telah secara signifikan meningkatkan perbaikan motorik/gerak pada kelumpuhan pasca stroke yang dialami. Bahkan dalam beberapa kasus akupuntur sendiri mampu meningkatkan kekuatan motorik pasca stroke yang tidak responsif terhadap terapi medis konvensional, yaitu fisioterapi dan obat obatan.

Tentu hal ini memberi harapan baru pada pasien, dimana dalam praktek saya sendiri saya menemukan besarnya manfaat yang didapat pasien saya pasca stroke, dari yang hanya datang dengan kursi roda sampai akhirnya sudah berjalan sendiri, bahkan pasien yang telah bertahun-tahun menderita stroke tetap memiliki respon yang sangat positif terhadap terapi Scalp akupuntur.

Anda dapat melihat bagaimana positifnya testimoni orang-orang yang melakukan Scalp akupuntur untuk stroke

Dapatkan GRATIS buku panduan 14 langkah mempercepat pemulihan stroke

Temukan juga tulisan kesehatan saya di facebook Sehat dengan Akupuntur

anda bisa melakukan konsultasi langsung dengan saya lewat telpon/wa DISINI

atau telpon/wa 082330642611

 

Salam,

Dr David Pardamean

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *