Article

KORELASI NYERI DAN TRAUMA PSIKIS/DEPRESI/STRESS PADA PASIEN HNP (SYARAF TERJEPIT)

Studi telah telah lama menunjukkan bahwa nyeri kronis(lama) mungkin tidak hanya disebabkan oleh cedera fisik (pada HNP misalnya) tetapi juga oleh masalah stres dan emosional. Secara khusus, orang yang pernah mengalami Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) sering berisiko tinggi mengalami nyeri kronis.

 

Tentu beberapa dari anda sendiri merasakan bagaimana mengganggu dan hebatnya nyeri HNP apabila sedang terjadi. Sensasi yg hebat itu memberikan kesan emosional yg kuat sehingga sangat berpotensi dengan mudah masuk dalam bawah sadar, dan menyebabkan sesuatu yg disebut “trauma”. Hal inilah yg disebut PTSD yg dapat menyebabkan nyeri kronis yg berkepanjangan.

 

 

PTSD ini akan membuat anda mencari bantuan kemana mana termasuk mengkonsumsi obat pereda nyeri (yg cenderung menyebabkan kecanduan) dan malah memperburuk keadaan, dan dapat menjadi masalah baru berupa depresi, putus asa, dan perasaan negatif lainnya yg tentunya akan semakin mempersulit proses pengobatan.

Walaupun HNP seringkali disebabkan postur tubuh yang tidak baik yang dilakukan terus menerus, misanya HNP yang dikarenakan smartphone yang pernah saya bahas, namun masalah psikologis yang memperburuk HNP juga tak bisa diremehkan efek buruknya terhadap HNP

Penelitian telah lama menemukan keterkaitan antara pikiran dan dampaknya terhadap tubuh bahwa orang yang lebih cemas dan stres, semakin tegang dan membatasi otot mereka, dan seiring berjalannya waktu menyebabkan otot menjadi lelah dan tidak efisien. Dalam hal HNP maka terjadi ketegangan sepanjang otot di kiri kanan tulang belakang, yang dapat menyebabkan bertambahnya tekanan jepitan saraf yg sebelumnya sudah ada dan tentu akan semakin memperkuat sensasi nyeri yang ditimbulkan.

 

Saat kejadian traumatis, sistem saraf akan mengaktifkan survival mode (sistem saraf simpatik) dan setelah kejadian berakhir maka survival mode seharusnya akan distop (disini sistem parasimpatis bekerja) dan orang menjadi relaks kembali. Hal ini terjadi bukan hanya terjadi pada sistem neuromuskular saja namun juga pada sistem pencernaan, reproduksi dan lain-lain.

Dalam dalam profesi saya sebagai medical acupuncturist disebut keseimbangan yin & yang

Namun seringkali trauma membuat survival mode (simpatis) pada sistem saraf tetap aktif yang akan memicu otak terus melepaskan hormon stres seperti serotonin, norepinephrine, menyebabkan peningkatan tekanan darah dan gula darah, mengacaukan sistem kekebalan tubuh dan terjadi inflamasi. Hal ini pun akan menyebabkan ketegangan otot berkepanjangan, ambang nyeri akan menurun,

 

dan pada akhirnya akan memperparah gejala HNP itu sendiri.

Maggie Phillips, penulis buku Reversing Chronic Pain, menulis: ” Trauma entah dikaitkan dengan kejadian/pengalaman tertentu atau dari rasa sakit mereka yang memang sudah ada, dapat menyebabkan kondisi nyeri kronis yang berkepanjangan

Karena trauma telah ditemukan memiliki korelasi kuat dengan rasa sakit kronis, kombinasi terapi psikoterapi dan terapi fisik merupakan pilihan manajemen nyeri yang paling logis untuk stres dan penghilang rasa sakit kronis.

 

Banyak cara psikoterapi yang bisa dijalani, entah itu dengan meditasi, NLP (neurolinguistik Programming), konseling diperlukan untuk memperbaiki trauma tersebut.

Banyak praktisi medis di Eropa dan Amerika, seperti saya misalnya, menggunakan teknik meditasi untuk memperbaiki kondisi psikologis pasien dan dikombinasi dengan terapi fisik terutama seperti akupuntur, fisioterapi, renang, yoga dan berbagai teknik terapi lainnya. Anda tentukan apa yang paling cocok menurut anda.

 

Dengan kombinasi tersebut diharapkan melemahnya efek trauma/depresi/stress sehingga sistem parasimpatis akan lebih aktif bekerja, dan menyebabkan relaksasi otot, berkurangnya inflamasi, dan tentunya menurun/hilangnya sensasi nyeri, sehingga kualitas hidup pasien akan membaik

 

 

Tentu setiap orang punya pengalaman berbeda dalam menangani HNP yang diderita,tentukan apa yang cocok untuk anda.

namun untuk pengalaman saya sendiri, kombinasi meditasi dan akupuntur masih yang paling efektif dari semua teknik lain.

Anda dapat melihat efek positif akupuntur dari beberapa testimoni pasien HNP / saraf terjepit saya, bagaimana mereka merasakan sendiri efektifnya akupuntur dalam meredakan nyeri HNP

 

Hubungi saya apabila anda ingin berkonsultasi secara langsung dengan saya di nomer ini  0823-3064-2611

Anda ingin bebas dari nyeri HNP dengan berlatih, anda bisa download ebook 10 LATIHAN YANG TERBUKTI SECARA ILMIAH DAPAT MEREDAKAN NYERI PINGGANG

 

Salam saya,

Dr David Pardamean Sihotang

 

Source

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/3983350 with title Relations between pain, anxiety, mood and muscle tension in chronic pain patients. A correlation study.
http://www.sciencedirect.com/…/article/pii/S1877042815014548
http://www.maggiephillipsphd.com/product_book3.html
Prof Chairuddin Rasjad, MD.,Ph.D dalam buku Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi, hal 204-207

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *