Article

Berbagai Gangguan Yang Dapat Menyebabkan Nyeri Pinggang Kronis

Anda mungkin sering mendengar kalau ada nyeri pinggang, maka biasanya dikarenakan saraf terjepit, padahal saraf terjepit hanyalah satu dari beberapa keadaan yang dapat menyebabkan nyeri pinggang kronis dengan penanganan yang juga bisa berbeda. Maka dari itu ada baiknya kita sedikit lebih mengenal beberapa gnagguan yang dapat menyebabkan nyeri pinggang kronis.

Penyebab Nyeri Pinggang Kronis / Syaraf Kejepit

Pada salah satu sumber nyeri dianggap kronis apabila sudah terjadi lebih dari tiga bulan dan telah melampaui proses penyembuhan alami tubuh namun tetap tidak hilang. Nyeri pinggang kronis seringkali terutama melibatkan gangguan pada diskus intervertebrae (bantalan tulang belakang), persendian tulang belakang, maupun inflamasi/peradangan yang mengiritasi cabang-cabang saraf tulang belakang

Berikut adalah beberapa penyebab umum dari nyeri kronis tulang belakang :

  1. Herniasi Diskus Intervertebrae Lumbal

Terdapat bantalan yang mirip seperti jelly yang terdapat di tengah-tengah celah antar tulang belakang disebut nucleus pulposus, yang dikelilingi semacam selaput yang menjaga agar jelly ini tidak keluar dari celah tulang belakang disebut annulus fibrosus. Apabila annulus fibrosus ini melemah ataupun rusak maka nucleus pulposus akan terdesak keluar dan dapat menyebabkan jepitan saraf yang ada disekitarnya, lihat gambar dibawah.

Gambar diskus intervertebra normal

    Tampak nucleus pulposus terdesak keluar dan menjepit salah satu cabang saraf tulang belakang

 

Hal ini akan menyebabkan gejala fisik yang sesuai dengan segmen saraf yang terjepit, sehingga muncul gejala nyeri, kebas, baal, kesemutan atau gejala lainnya yang dapat menjalar dari pinggang menuju salah satu atau kedua tungkai, tergantung segment saraf yang terkena.

 

2.  Degeneratif disc

Diskus intervertebrae manusia yang sehat memiliki banyak kandungan air, sehingga dapat berfungsi sebagai bantalan yang baik untuk meredam tekanan dari atas dan bawah tubuh. Namun seiring usia, kandungan air tersebut dapat berkurang dan akhirnya kurang mampu berfungsi meredam tekanan, akibatnya tiap segmen tulang belakang mengalami tekanan lebih tinggi, sehingga dapat meningkatkan resiko terjadinya herniasi diskus intevertebra, yang berujung terjadinya jepitan tulang belakang.

Foto MRI tanda panah yang ditengah menunjukkan gambaran degeneratif disc yang kehilangan konsentrasi air dalam diskus intervertebra lumbal

 

3. Disfungsi Sendi Facet

Ada 2 sendi facet di masing-masing segmen tulang belakang di kiri-kanannya. Sendi ini memiliki tulang rawan diantara kedua tulangnya dan dikelilingi ligament kapsular, gangguan pada sendi ini akan berefek pada cabang saraf-saraf tulang belakang yang banyak terletak disekitar sendi ini.

 

4. Disfungsi Sendi Sacroiliac

Sendi Sacroiliac merupakan sendi yang menyambungkan tulang belakang dan panggul, selain itu juga berfungsi untuk meredam tekanan yang datang dari kedua tungkai sehingga tekanan pada tiap segmen tulang belakang dapat berkurang. Peradangan pada sendi ini dapat menyebabkan nyeri, dikarenakan perannya sebagai “shoock absorber” akan menjadi sangat berkurang, sehingga meningkatkan tekanan pada tulang belakang

 

5. Spondylolysthesis & Spondylolysis

Spondylolysis adalah defek/kerusakan yang terjadi pada pars intervertebralis di sisi belakang tulang vertebrae yang berfungsi menyangga alignment tulang belakang, dimana biasanya terjadi pada vertebrae L5-S1, namun pad spondylolysis tidak ditemukan “sliding” atau pergeseran tulang belakang, namun spondylolysis ini dapat berlanjut menjadi spondylolisthesys dimana posisi tulang L5-S1 menjadi bergeser sehingga berpotensi menjepit serabut saraf yang keluar dari L5-S1. Lebih jelasnya lihat gambar dibawah

Kiri (normal) menunjukkan pars intervertebrae.  tengah (spondylolisys) terjadi defek pada pars intervertebrae. kanan (spondyolisthesys) defek pars intervertebrae diikuti pergeseran celah sendi L5-S1

 

6. Scoliosis
Scoliosis merupakan keadaan dimana struktur tulang belakang  mengalami perubahan bentuk, sehingga tulang belakang berbentuk seperti huruf S. Penyebabnya masih belum banyak diketahui walaupun ada ahli yang mengaitkannya dengan kelainan sejak lahir seperti cerebral palsy, atau muscular dystrofi, namun penyebab jelasnya masih belum diketahui. Pada umumnya kasus scoliosis termasuk ringan, namun apabila tulang belakang membentuk sudut yang terlalu besar dapat menimbulkan gejala gangguan/nyeri pada area tulang belakang, ataupun gangguan perkembangan organ disekitar tulang belakang seperti paru.

 

Pada kasus sehari-hari yang saya dapatkan adalah herniated disc yang saya terapi dengan akupuntur dengan hasil yang sangat baik.

Akupuntur sendiri memang telah diakui oleh American College of Physicians (ACP) dan beberapa lembaga kesehatan di Amerika sepert Mayo Clinic sebagai terapi yang “highly recomended” untuk mengatasi gangguan nyeri kronis.

Sebagai catatan bahwa semua penyebab nyeri pinggang tersebut idak serta merta dapat memberi gejala gangguan nyeri, bisa saja orang memiliki degeneratif

 

2 thoughts on “Berbagai Gangguan Yang Dapat Menyebabkan Nyeri Pinggang Kronis

  1. Tentu banyak faktor yg menyebabkannya. Salah satunya adalah sampai saat ini ilmu kedokteran barat masih sangat mendominasi pengobatan di jama modern ini, padahal ilmu pengobatan timur dan barat sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangannya yang apabila dikombinasi akan memberi hasil yang jauh lebih baik pada pasien. saya dapat mengatakannya karena selain saya adalah praktisi akupuntur namun saya juga sebagai profesi dokter saya tetap menerapkan ilmu kedokteran untuk memberi terapi ke setiap klien saya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *