Article

10 Faktor Utama Yang Menjadi Penyebab Stroke Maupun Meningkatkan Resiko Stroke

Seperti kita ketahui stroke merupakan gangguan/kerusakan otak yang terjadi akibat adanya area otak yang tidak mendapatkan asupan darah,  akibat terjadi sumbatan/pecahnya pembuluh darah otak. Faktor utama penyebab stroke mengalami perubahan tiap masa, dikarenakan faktor penyebab stroke terutama adalah masalah gaya hidup yang terus berkembang.

Secara statistik stroke sudah memiliki angka yang cukup mengkhawatirkan karena terus menerus meningkat angka kejadiannya tiap tahun. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementrian Kesehatan RI tahun 2013 menyebutkan telah terjadi angka kejadian stroke di Indonesia dari 8,3 orang/mil (tahun 2oo7) menjadi 12,1 orang/mil (tahun 2013), dimana angka kejadian stroke tertinggi terjadi di Sulawesi Utara (10,8per mil), Yogyakarta (10,3 per mil), Bangka Belitung  (9,7 per mil) dan  DKI Jakarta (9,7 per mil).

Angka kejadian penderita Stroke cenderung lebih tinggi pada masyarakat dengan pendidikan rendah dan masyarakat yang tinggal perkotaan, ujar Menkes.

Faktor utama penyebab strokeUntuk itu anda perlu tahu berbagai hal yang menjadi faktor utama penyebab utama terjadinya stroke ataupun yang meningkatkan resiko serangan atau meningkatkan resiko serangan stroke berulang sehingga anda dapat mempersiapkan diri untuk mencegahnya.

Kabar baiknya sebagian besar faktor utama penyebab stroke merupakan faktor yang dapat dimodifikasi sehingga kita dapat mengurangi faktor resiko tersebut untuk mengurangi resiko terjadinya serangan stroke, asal anda memiliki niat yang kuat untuk memperbaiki gaya hidup anda.

Dalam suatu riset Interstroke Study dalam skala besar yang dilakukan Dr. Martin J. O’Donnell dari McMaster University and colleagues, ditemukan 1o faktor resiko kolektif yang menyebabkan sekitar 90% dari semua kerusakan otak (stroke) yang terjadi pada manusia.

Study ini membandingkan faktor resiko 3000 orang yang mengalami serangan stroke pertama dengan 3000 orang kontrol (yang tidak mengalami stroke), dan mengidentifikasi 1o faktor utama penyebab stroke.

Berikut merupakan 10 Faktor Utama penyebab utama terjadinya stroke :

  1. RIWAYAT HIPERTENSI >160/90 (51,8 persen)

faktor utama penyebab strokeHipertensi sudah menjadi faktor utama dalam banyak penelitian yang terbukti paling bertanggung jawab dalam proses terjadinya serangan stroke. Suatu study dengan responden yang besar membuktikan hubungan yang sangat kuat antara hipertensi dengan peningkatan resiko stroke, Study ini telah dipublikasikan dalam suatu Jurnal yang cukup terkenal yaitu The Lancet. Hipertensi menyebabkan mengingkatnya tahana dalam pembuluh darah, seiring dengan itu akan menyebabkan meningkatnya resiko pecahnya pembuluh darah (terutama otak), yang dapat menyebabkan stroke.

 

2. AKTIFITAS FISIK (olah raga) yang rendah (28,5 persen)

Olah raga tak bisa disangkal lagi sangat besar perannya dalam menjaga kesehatan tubuh manusia, dengan anda berhenti berolahraga maka resiko metabolisme yang rendah akan meningkatkan resiko obesitas, diabetes, hiperkolesterol, dan tentunya meningkatkan angka resiko stroke. Olah raga juga berperan sangat penting dalam menjaga kemampuan jantung memberi supply darah yang cukup ke seluruh tubuh termasuk otak yang merupakan konsumen oksigen terbanyak dibanding organ tubuh manusia lainnya.

 

3. Peningkatan Lingkar Perut dan Pinggul (26,5 persen)

Banyak study dan jurnal yang telah menunjukkan hubungan yang erat antara peningkatan kadar lemak di area perut dengan peningkatan resiko stroke dan serangan jantung. Menurut salah satu jurnal oleh Gang Hu, MD, PhDJaakko Tuomilehto, MD, PhDKarri Silventoinen, PhDet al, menemukan bahwa peningkatan BMI (Basal Metabolic Index) menyebabkan terjadinya peningkatan signifikan serangan stroke ischemic (sumbatan) pada pria maupun wanita, sementara peningkatan lingkar perut berhubungan erat dengan peningkatan resiko stroke ischemic pada pria saja. Juga didapat peningkatan lingkar perut akan meningkatkan resiko hipertensi yang secara otomatis akan meningkatkan resiko serangan stroke.

 

4. Level Profil Lemak Dalam Darah (24,9 persen)

Profil lemak yaitu kolesterol terutama LDL telah lama diduga menjadi prediktor akurat untuk memprediksi terjadinya resiko serangan jantung dan stroke pada maunsia. Semakin meningkatnya LDL (Low Density Lipoprotein) atau sering disebut kolesterol jahat akan meningkatkan resiko terjadinya serangan jantung dan stroke.

 

5. Perokok Aktif (18,9 persen)

Sudah banyak sekali penelitian menunjukkan bahwa merokok bertanggung jawab sebagai salah satu penyebab utama pada berbagai gangguan pembuluh darah baik stroke maupun gangguan jantung. Pada suatu studi yang di publis di NCBI menyatakan bahwa merokok akan meningkatkan resiko stroke (baik perdarahan maupun sumbatan) 2 sampai 4 kali lebih banyak dibanding orang yang tidak merokok atau orang yang sudah berhenti merokok lebih dari 10 tahun.

 

6. Diet Yang Buruk (18,8 persen)

Makanan yang tinggi karbohidrat dan lemak akan meningkatkan resiko obesitas, meningkatkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) dalam tubuh dan akhirnya meningkatkan resiko stroke. Sayangnya di Indonesia sendiri berbagai makanan yang dikonsumsi baik makanan berat maupun snack mengandung terutama karbohidrat, sehingga faktor diet yang buruk ini menjadi dominan di Indonesia.

 

7. Faktor Psikologis (depresei 5,2% dan stress 4,8%)

Faktor pikiran jelas sangat berpengaruh. Pada suatu studi oleh AHA (American Heart Association) yang melibatkan 6.700 orang yang diamati yang berumur antara 45-84 tahun yang mengalami stroke menunjukkan 86% memiliki skor tinggi pada gejala depresi.

 

8. Gangguan Jantung (6,7 persen)

Dalam beberapa studi ditemukan gangguan jantung tertentu memiliki hubungi yang kuat terhadap resiko terjadinya serangan jantung, yaitu aritmia jantung, gagal jantung, gangguan katub jantung, riwayat serangan jantung, riwayat infeksi jantung, dan gangguan jantung bawaan.

 

9. Diabetes Melitus (5 persen)

Pada orang dengan diabetes, gangguan produksi insulin menyebabkan tingginya gula darah, hal ini menyebabkan resiko untuk munculnya bekuan dalam pembuluh darah meningkat, sehingga resiko stroke akan meningkat pula. Pada suatu studi dikatakan bahwa penderita diabetes memiliki resiko terkena stroke 1,5 kali lebih tinggi dari orang sehat.

 

10. Konsumsi Minuman Alkohol Lebih Dari 30 Gelas/Bulan ( 3,8 persen)

Pada suatu riset di the Karolinska Institute di Swedia dan the University of Cambridge UK, dilakukan pengamatan pada 18.289 penderita stroke iskemik, 2.299 penderita stroke perdarahan intracerebral, dan 1.164 kasus stroke perdarahan subarachnoid. Ditemukan hubungan erat antara angka kejadian stroke dengan konsumsi alkohol dari responden.

Hasilnya menunjukkan peminum alkohol berat memiliki resiko 1,6 kali lebih tinggi mengalami stroke perdarahan intracerebral, dan 1,8 kali stroke perdarahan subarachnoid. Resiko stroke perdarahan lebih tinggi dari stroke iskemik (sumbatan)

Itulah sepuluh faktor utama penyebab stroke yang dapat dimodifikasi dan diperbaiki oleh anda sendiri. Oleh karena itu entah anda sudah mengalami stroke maupun belum, anda tetap harus mewaspadai kesepuluh faktor resiko tersebut.

Di klinik saya mendapati hipertensi merupakan faktor yang hampir selalu ada pada pasien yang saya tangani dengan akupuntur. Beruntungnya akupuntur sudah memiliki beberapa riset yang menunjukkan efektifitasnya dalam menurunkan tekanan darah, dan Zhu Scalp akupuntur yang saya gunakan sangat efektif dalam memperbaiki kelemahan akibat stroke.

Anda dapat lihat hasil beberapa pasien yang mengalami perbaikan dengan teknik scalp akupuntur disini

 

Salam,

dr David Pardamean Sihotang

 

Sumber :

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2693892/

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2928253/

https://www.medicalnewstoday.com/articles/279438.php

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *