Article

Berapa Lama Waktu Yang Dibutuhkan Untuk Terapi Pemulihan Stroke

Mungkin ini adalah pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh para penderita stroke maupun orang yang saat ini merawat keluarga yang terkena stroke, yaitu berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk terapi pemulihan stroke.

Untuk menjawab pertanyaan ini maka saya mengambil sebuah studi klinis.

Studi klinis tersebut merekam progress perbaikan satu grup yang terdiri dari pasien pasca stroke mulai dari tiga bulan pasca stroke sampai 2 tahun pasca stroke.

Dari studi tersebut ditemukan bahwa pada pasien dengan area stroke/kerusakan di otak sebelah kanan cenderung memiliki penyembuhan yang lebih baik daripada penderita stroke yang mengalami stroke/kerusakan di otak sisi kiri. Tidak ditemukan perbedaan signifikan perbaikan pasca stroke pada kriteria gender, jenis stroke (perdarahan atau sumbatan), cortikal atau subkortikal, maupun pada penderita stroke yang baru sekali atau sudah berulang.

Pada sebagian besar pasien, proses pemulihan stroke tercepat terjadi pada minggu pertama pasca serangan stroke, dimana terjadi proses pemulihan sampai 50%.

Hal ini mungkin berhubungan dengan kemampuan otak manusia yang disebut neuroplastisitas dimana otak mampu menyusun ulang jembatan informasi yang tadinya terputus akibat adanya kerusakan sel otak.

Dan dalam hal ini sel otak yang selamat mengambil alih peran sel otak yang telah rusak sehingga disabilitas yang terjadi pasca stroke dapat berkurang.

Neuroplastisitas ini dapat dibentuk dengan latihan fisik dengan repetisi terus menerus. Uniknya akupuntur ternyata mampu meningkatkan kemampuan neuroplastisitas otak ini sehingga dapat merangsang sel otak membentuk jembatan informasi lebih cepat yang berakibat proses pemulihan yang lebih cepat seperti yang sudah saya tulis di artikel sebelumnya tentang terapi akupuntur sedini mungkin dalam mempercepat pemulihan stroke

Terapi pemulihan stroke sendiri sudah dimulai sejak anda terserang stroke, dimana obat-obatan yang diberikan bertujuan untuk mencegah terjadinya kerusakan yang lebih lanjut pada jaringan otak, sehingga 6 jam pertama dari serangan merupakan saat yang sangat penting dalam meminimalkan kerusakan otak pada stroke.

Setelah anda keluar dari perawatan rumah sakit maka sebaiknya anda segera melakukan rehabilitasi secepat mungkin agar proses pemulihan pasca stroke anda semakin cepat.

Ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi lama tidaknya proses terapi pemulihan stroke, antara lain :

  1. Luasnya kerusakan

Semakin besar kerusakan otak yang terjadi pada serangan stroke maka akan semakin lama proses pemulihan stroke anda. Namun otak manusia memiliki keunikan yang disebut neuroplastisitas yang disebutkan sebelumnya yang dapat menggantikan peran bagian otak yang kerusakannya luas sekalipun.

2. Umur

Tentunya semakin bertambah usia maka proses perbaikan pada tubuh manusia jelas akan semakin melambat yang menyebabkan proses pemulihan pada penderita stroke akan semakin lama

3. Faktor penyakit penyerta

Penyakit penyerta seringkali ditemukan pada pasien stroke misalkan hipertensi, diabetes, hiperkolesterolemia, gangguan fungsi ginjal dan lain sebagainya. Faktor penyerta ini haruslah diatasi seiring dengan proses rehabilitasi dilakukan. Selain untuk mempercepat penyembuhan, faktor penyerta ini juga mesti diatasi agar peluang terjadinya stroke berulang dapat dihindari

4. Disiplin berlatih dan Terapi yang adekuat

Semakin cepat proses rehabilitasi dilakukan maka akan semakin cepat proses penyembuhan yang terjadi, apabila disertai dengan effort pasien yang memiliki disiplin latihan yang baik maka proses pembentukan jembatan informasi baru dalam otak akan semakin cepat terbentuk. Selain latihan, akupuntur terbukti dengan signifikan telah membantu dalam proses mempercepat pemulihan stroke, dan menurut profesor Zhu, semakin cepat akupuntur dilakukan maka peluang percepatan perbaikan terapi pemulihan stroke akan semakin baik.

5. Dukungan keluarga

Tak bisa disangkal lagi salah satu masalah utama dalam proses pemulihan stroke adalah goncangan psikologis yang dialami penderita stroke. Untuk itu peranan keluarga menjadi sangat penting dalam meningkatkan mental pasien sehingga pasien segera bisa melewati masalah krisis psikologis yang banyak dialami pasca stroke.

Dukungan dari terapis pun sangat dibutuhkan, sehingga praktisi sudah seharusnya memberi motivasi kepada pasiennya agar peluang keberhasilan terapi meningkat, seperti yang saya lakukan dalam praktek saya dalam memberi terapi pada pasien stroke.

Selain dengan akupuntur konseling tak jarang saya lakukan untuk memperbaiki mindset dan kepercayaan diri pasien untuk meningkatkan peluang keberhasilan terapi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *